-->
Selamat datang di Asli Ramah Lingkungan
Ke laman awal
Ke laman awal
Club Cooee

Selasa, 01 Januari 2013

Pemerintah Mendorong Semua Teknologi Kendaraan Ramah Lingkungan

2 gambar berita warta ekonomi - pemerintah mendorong semua teknologi kendaraan ramah lingkungan Beberapa waktu lalu pemerintah membentuk tim “Mobil Listrik Nasional” yang terdiri dari Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Perindustrian dan Menteri Badan Usaha Milik Negara. Tim ini ditugaskan mengkaji mobil listrik dengan para pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI). Apakah tim ini sudah terintegrasi dengan baik? Sejauh mana keseriusan pemerintah dalam mengembangkan mobil listrik nasional? Pertanyaan ini timbul setelah publik seperti tidak melihat adanya sinergitas dari para menteri yang ditunjuk. Guna menjawab itu, Jafei B. Wuysang dari Warta Ekonomi mewawancarai Budi Darmadi, Dirjen IUBTT Kementerian Perindustrian, belum lama ini, di Bogor. Nukilannya: Bagaimana kabar program mobil listrik nasional? Mobil listrik itu sekarang masih pada tahap uji coba. Arahnya kemana mobil listrik dibandingkan low cost green car (LCGC) yang lain? Kami netral teknologi. Artinya, semua teknologi kendaraan yang ramah lingkungan, akan kami proses. Mengapa Menteri BUMN Dahlan Iskan kelihatan jalan sendiri? Kami terintegrasi, kok. Teknologi kendaraan itu macam-macam. Kalau yang mobil listrik itu, di Jepang, Cina, dan Amerika sudah mulai, tetapi belum banyak. Mengapa? Karena mobil listrik ini perlu infrastruktur. Seperti kalau kita punya mobil, harus ada pom bensin. Mobil listrik pun demikian, seperti harus ada pom listriknya. Tanpa itu, orang tidak akan berani pakai. Nanti kalau baterenya habis, bagaimana? Sekarang masih dalam tahap percobaan. Itu nanti akan jadi komersial seiring dengan pertumbuhan infrastruktur untuk pengisian baterai. Jadi, paling terakhir pengembangannya seperti apa mobil listrik? Biasanya sih dalam pengembangan teknologi sifatnya pararel. Jadi, mana yang bisa didahulukan, ya kami dahulukan. Kami menganut paham netral teknologi. Jadi, mana yang menguntungkan, ya kami kedepankan. Berarti Kemenperin juga berkomunikasi dengan kementerian yang lain? Kami termasuk di dalam tim, kok. Ada Kemenristek dan Kemendiknas juga. (redaksi@wartaekonomi.com) Sumber: Warta Ekonomi No 24/2012 Foot: sufri yuliardi

1 Komentar:

Posting Komentar

jangan lupa komen ya....
karana komen sangat berguna untuk kemajuan blog kami...
Atsa perhatiannya Terimakasih....