-->
Selamat datang di Asli Ramah Lingkungan
Ke laman awal
Ke laman awal
Club Cooee

Jumat, 22 Februari 2019

Essay Beasiswa Bazma Pertamina 2019


                Halo sahabat BAZMA, Perkenalkan nama saya Agam Islami Akbar. Saya lahir di Kuningan pada tanggal 01 Maret 1998. Saya adalah anak ke-1 dari 3 Bersaudara yang kini sedang mengemban tekad dan amanah sekaligus semangat menimba ilmu di Universitas Pendidikan Indonesia.
                Selama ini, Hidup di keluarga yang tergolong sederhana adalah sebuah bentuk kenyamanan yang sangat disyukuri, karena disitulah untuk pertama kalinya karakter saya dibentuk. Saya di didik dan di tempa untuk menjadi seorang insan yang memiliki budi pekerti dan berakhlak baik. Sedari kecil, saya adalah pribadi yang cenderung expresif dan senang bila disandingkan dengan hal-hal baru yang sangat mengundang benak otak untuk mencari tahu. Oleh karena itu, saya adalah orang yang relatif peka terhadap pembaharuan. Disamping hal tersebut, saya adalah ujung tombak bagi keluarga yang dapat diartikan bahwa saya adalah harapan terbesar untuk keluarga, penuntun, dan sekaligus perubah nasib.
                Sahabat Bazma, Ayah saya adalah seorang pedagang, Lapak kecilnya di pasar merupakan satu-satunya ladang penghasilannya guna keberlangsungan hidup keluarga. Saat kecil saya sering mengikuti jejak kaki beliau ke pasar, dan berkat kebiasaan itu pun saya sudah tidak asing dengan tata cara berdagang. Hingga kini, membantu orang tua melayani setiap pelanggan dan menghitung cadangan stock barang telah mendarah daging atau dalam kata lain telah menjadi bagian dari rutinitas hidup sekaligus memberikan nilai tambah terhadap keterampilan.
                Saat ini, Beberapa hal telah saya lakukan guna mewujudkan personal yang baik dan berguna bagi orang lain dan negara. Diantaranya adalah mengikuti berbagai acara kemanusiaan guna mewujudkan insan yang peduli dan gotong royong, baik mengikuti event kemanusiaan yang diadakan oleh pihak internal seperti lembaga pendidikan formal ataupun external dalam bentuk kepanitiaan. Saya pun bergabung dalam berbagai naungan organisasi seperti OSIS guna meningkatakan softskill dalam penyelesaian dan pemecahan masalah dalam mencapai tujuan, bergabung dengan ROHIS ( Rohaniawan Islam ) guna memperdalam akhlak dan aqidah. Dan yang terakhir adalah mengikuti berbagai macam event perlombaan perfilman / TI dengan bantuan fasilitas sekolah guna mengembangkan hobi sekaligus softskill yang kelak dapat berguna bagi saya untuk menghadapai tantangan zaman.
Untuk saat ini, dedikasi saya terhadap negara dan pengimplementasiannya diantaranya adalah menjadi pribadi yang taat akan aturan yang berlaku sebagai wujud dari insan yang patuh, terus belajar untuk menimba sebanyak-banyaknya ilmu secara bertahap baik formal ataupun informal guna mewujudkan keinginan bangsa yang mendambakan rakyat beroutput cerdas, dan mengamalkan berbagai macam ajaran nilai dan norma yang berlaku guna menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki etika dan moral yang unggul.
Saat ini juga, saya sedang mengusahakan untuk mengimplementasikan keterampilan dan Ilmu yang telah saya dapatkan dalam keseharian saya menuntut ilmu di Universitas Pendidikan Indonesia, berhubung saya mengambil jurusan Manajemen dan bidang konsentrasinya yaitu manajemen pemasaran, saya ingin mengembangkan softskill yang saya miliki dalam cangkupan yang lebih luas, jikalau sebelumnya keterbiasaan saya adalah terkait dalam pelayanan pelanggan dalam berdagang, maka saya ingin menerapkannya jauh daripada itu yakni menjadi seorang pembisnis, saat ini penekunan terhadap relasi adalah target dan prioritas utama guna menjalankan usaha. Usaha yang tengah berjalan saat ini adalah dalam sektor jasa, karena jasa merupakan usaha yang relatif mudah dilakukan, banyak dibutuhkan, dan tak bermodal lebih. Kesulitan dalam usaha ini adalah dengan adanya waktu usaha yang tak menentu dan besar akan resiko. Namun, Diharapkan usaha ini merupakan batu loncatan saya untuk melangkah lebih jauh untuk menjadi seorang pembisnis sukses sekalipun adanya besar resiko yang harus dihadapi.

Dengan diri yang telah termotivasi, ketika hal dambaan itu terwujud, saya ingin sekali menciptakan bisnis Sociopreuner, Contoh kecilnya sociopreuner adalah seperti halnya memajukan daerah yang tertinggal dengan cara menjual berbagai macam olahan komoditas yang dapat dihasilkan di daerah tersebut. Saya memilih Socialpreneur karena disamping dapat memperoleh keuntungan pribadi didalamnya, secara langsung juga dapat berdampak positif bagi masyarat yang berkontribusi didalamnya, yaitu meningkatkan taraf pendapatan/penghasilan hingga jauh berdampak terhadap kesejahteraan hidup. Tak luput juga saya ingin menciptakan sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan seperti halnya LSM/Volunteer/Lembaga Kemanusiaan lainnya yang berguna untuk membantu memajukan / meringankan ekonomi masyarakat baik dalam bentuk menampung dan menyalurakan donasi, atau mengadakan berbagai yang dapat menginspirasi masyarakat untuk maju dalam bidang ekonomi. Diharapkan kedapannya dengan adanya Sociopreneur dan lembaga kemanusiaan tersebut, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat serta dapat ikut aktif dengan negara yang memiliki tekad untuk mengurangi angka kemiskinan.

         Sekian essay ini saya buat sebagai bentuk pemenuhan persyaratan permohonan Beasiswa Bazma Pertamina 2019. Terimakasih


Baca lebih lanjut - Essay Beasiswa Bazma Pertamina 2019

Selasa, 01 Januari 2013

Pemerintah Mendorong Semua Teknologi Kendaraan Ramah Lingkungan

2 gambar berita warta ekonomi - pemerintah mendorong semua teknologi kendaraan ramah lingkungan Beberapa waktu lalu pemerintah membentuk tim “Mobil Listrik Nasional” yang terdiri dari Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Perindustrian dan Menteri Badan Usaha Milik Negara. Tim ini ditugaskan mengkaji mobil listrik dengan para pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI). Apakah tim ini sudah terintegrasi dengan baik? Sejauh mana keseriusan pemerintah dalam mengembangkan mobil listrik nasional? Pertanyaan ini timbul setelah publik seperti tidak melihat adanya sinergitas dari para menteri yang ditunjuk. Guna menjawab itu, Jafei B. Wuysang dari Warta Ekonomi mewawancarai Budi Darmadi, Dirjen IUBTT Kementerian Perindustrian, belum lama ini, di Bogor. Nukilannya: Bagaimana kabar program mobil listrik nasional? Mobil listrik itu sekarang masih pada tahap uji coba. Arahnya kemana mobil listrik dibandingkan low cost green car (LCGC) yang lain? Kami netral teknologi. Artinya, semua teknologi kendaraan yang ramah lingkungan, akan kami proses. Mengapa Menteri BUMN Dahlan Iskan kelihatan jalan sendiri? Kami terintegrasi, kok. Teknologi kendaraan itu macam-macam. Kalau yang mobil listrik itu, di Jepang, Cina, dan Amerika sudah mulai, tetapi belum banyak. Mengapa? Karena mobil listrik ini perlu infrastruktur. Seperti kalau kita punya mobil, harus ada pom bensin. Mobil listrik pun demikian, seperti harus ada pom listriknya. Tanpa itu, orang tidak akan berani pakai. Nanti kalau baterenya habis, bagaimana? Sekarang masih dalam tahap percobaan. Itu nanti akan jadi komersial seiring dengan pertumbuhan infrastruktur untuk pengisian baterai. Jadi, paling terakhir pengembangannya seperti apa mobil listrik? Biasanya sih dalam pengembangan teknologi sifatnya pararel. Jadi, mana yang bisa didahulukan, ya kami dahulukan. Kami menganut paham netral teknologi. Jadi, mana yang menguntungkan, ya kami kedepankan. Berarti Kemenperin juga berkomunikasi dengan kementerian yang lain? Kami termasuk di dalam tim, kok. Ada Kemenristek dan Kemendiknas juga. (redaksi@wartaekonomi.com) Sumber: Warta Ekonomi No 24/2012 Foot: sufri yuliardi
Baca lebih lanjut - Pemerintah Mendorong Semua Teknologi Kendaraan Ramah Lingkungan

Rabu, 22 Agustus 2012

Mahasiswa UI buat tiga mobil ramah lingkungan


Jakarta (ANTARA News) - Tim Shell Eco-Marathon (SEM) Universitas Indonesia (UI) meluncurkan tiga model kendaraan ramah lingkungan yang diberi nama Arjuna, Nakoela dan Sadewa.

"Kami berkreasi dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan hemat energi di Indonesia," kata Rektor UI Prof. Gumilar Soemantri saat menggelar jumpa media di Jakarta, Senin.

Ketiga model kendaraan bikinan gabungan mahasiswa jurusan teknik UI itu akan disertakan dalam kompetisi SEM Asia tahun ini di Sepang, Malaysia.

Prototipe mobil Arjuna, yang beroda tiga dengan dimensi panjang 2.696 mm, lebar 940 mm dan tinggi 816 mm, menggunakan mesin berbasis baterai lithium dengan BMS yang tidak menghasilkan emisi.

Model ini memiliki body berbahan fiber glass berwarna merah serta menggunakan chassis Monocoque dan sistem pengereman hidrolik disk brake

Sedang prototipe Nakoela, yang memiliki panjang sebesar 2.690 mm, lebar 1.940 mm dan tinggi sebesar 815 mm, berbasis mesin bensin injeksi.

Model mobil berbobot 60 kilogram yang juga beroda tiga ini menggunakan sistem pengereman hidrolik disk brake, dan chassis monoque. Body Nakoela juga berbahan fiber glass namun berwarna jingga.

Sementara model Sadewa, yang juga disebut Kalabia Evo-2 karena merupakan hasil modifikasi model Kalabia, menggunakan mesin injeksi dan Engine Control Unit (ECU).

Mobil empat roda seberat 90 kilogram ini memiliki dimensi panjang 2.400 mm, lebar 1.250 mm dan tinggi 1.100 mm. Body mobil yang memiliki sistem pengereman hidrolik disk brake dan chassis aluminium alloy ini terbuat dari fiber glass warna putih.

Presiden Direktur dan Country Chairman PT. Shell Indonesia Darwin Silalahi mengatakan SEM diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar bidang mekanik untuk berinovasi menghasilkan produk dengan penggunaan energi efisien.

Penilaian SEM antara lain berdasarkan desain dan kemampuan model kendaraan menempuh jarak paling jauh dengan bahan bakar hemat.

Sumber : http://otomotif.antaranews.com
Baca lebih lanjut - Mahasiswa UI buat tiga mobil ramah lingkungan

Senin, 20 Agustus 2012

PT KAI Luncurkan Kereta Api Ramah Lingkungan

PT Kereta Api Indonesia  (Persero) meluncurkan kereta baru dengan fasilitas WC/toilet yang ramah  lingkungan. Toilet tersebut berada pada KA Argo Lawu relasi  Gambir-Solo, dengan perjalanan perdana  berangkat dari stasun Gambir Jakarta  pukul 21.05, Minggu (12/9).

Wc/toilet ramah lingkungan artinya toliet tersebut memiliki bak penampungan  sehingga kotoran tidak langsung jatuh ke jalan rel. Di dalam bak tersebut diisi  air yang dicampur dengan bahan microba sebagai bahan penghancur dan penetralisir kotoran sehingga kotoran yang dibuang akan berbentuk air yang tidak mencemarkan lingkungan khususnya di jalan rel.  Agar toilet ini berfungsi maksimal maka Bak penampungan diganti setiap 3 (tiga) bulan sekali.

Menurut Dirut PT KAI  Ignasius Jonan,  PT KAI selalu berusaha memperbaiki mutu  pelayanan tidak hanya kepada penumpang tetapi juga kepada lingkungan  sesuai dengan misi kereta api yakni untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi kelestarian lingkungan. “Ke depannya nanti diharapkan semua toilet yang ada di kereta api akan diganti dengan sistem seperti ini yang ramah lingkungan” ujar Jonan.

Di samping fasilitas toilet yang ramah lingkungan, KA Argo Lawu tersebut menggunakan rangkaian KA baru produksi PT INKA sebanyak 8 kereta penumpang dan 1 kereta makan.  Direncakan KA baru ini selanjutnya akan digunakan sebagai KA Argo Dwipangga relasi Gambir- Solo PP. (humaska).

Baca lebih lanjut - PT KAI Luncurkan Kereta Api Ramah Lingkungan

Kereta Gantung BSB Diklaim Ramah Lingkungan dan Tidak Bising





"Cable car ini merupakan sistem transportasi ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi. Selain itu tidak bising," jelas Direktur Utama PT Aditya Dharmaputra Persada, Sandjaya Susilo, saat acara pencanangan pembangunan proyek kereta gantung di Stasiun Pasteur BSB Ateja Land Lestari, Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur) 196, Kota Bandung, Selasa (12/6/2012).

PT. Aditya Dharmaputra Persada sebagai developer dan projectinitiator proyek BSB. Acara pencanangan tersebut dihadiri Walikota Bandung Dada Rosada, Dubes Swiss untuk Indonesia Heinz Walker-Nederkoorn, perwakilan Konsulat Austria Eddy Sugiri, Doppelmayr Representative Austria Hans Jost, serta unsur muspida Kota Bandung.

Lebih lanjut Sandjaya mengatakan, kabin disiapkan kereta gantung BSB sebanyak sebanyak 55 unit. Satu kabin mampu mengangkut 10 penumpang.

"Sistem ini bisa mengangkut sekitar 2.400 penumpang per jam tiap jurusan, atau 4.800 penumpang per jama untuk dua arah. Interval waktu antargondola atau kabin 15 detik," ucap Sandjaya.

(bbn/ern)

Sumber : Detik Bandung

Baca lebih lanjut - Kereta Gantung BSB Diklaim Ramah Lingkungan dan Tidak Bising