Hutan Amazon mengalami banyak sekali penggundulan
akibat deforestasi. Dalam jangka waktu 5 bulan terakhir, hutan amazon
mengalami penyusutan wilayah seluas 3225 km persegi. Itu merupakan
penyusutan terbesar yang pernah terjadi. Meningkatnya harga
internasional komoditas hutan disinyalir memicu meningkatnya
penggundulan hutan di hutan Amazon.
Jika tidak diatasi, maka dampak pemanasan global
semakin tidak bisa diatasi. Seperti yang telah dibahas pada konferensi
PBB tentang perubahan iklim di Bali tanggal 6 Desember lalu bahwa hutan
Amazon merupakan paru-paru dunia. Deforestasi yang terus menerus akan
menyebabkan 55,5 – 96,9 trilyun ton emisi CO2 terlepaskan pada tahun
2030, itu setara dengan total emisi gas rumah kaca global selama 2
tahun.
“Pentingnya hutan Amazon pada iklim global tidak bisa
diremehkan,” ujar Dan Nepstad, peneliti senior Woods Hole Research
Center di Massachusetts. “Tidak hanya untuk mendinginkan suhu rata-rata
bumi, tapi juga menjadi sumber air bersih yang mampu mempengaruhi
beberapa arus samudera besar, dan terutama sebagai penyimpan karbon
dalam jumlah besar.”
Tren terkini pada
ekstensifikasi pertanian dan peternakan, kebakaran, kekeringan, dan
penebangan hutan jelas-jelas merusak 55 persen hutan tropis Amazon pada
2030. Jika – seperti yang berusaha diantisipasi para peneliti – curah
hujan menurun 10 persen di masa yang akan datang, maka wilayah hutan
yang mengalami kerusakan akibat kekeringan bertambah 4 persen.
Pemanasan global mengurangi curah hujan di Amazon
lebih dari 20 persen, terutama di bagian selatan Amazon. Dan, suhu lokal
akan meningkat lebih dari 2ºC, bahkan mungkin hingga mencapai 8ºC,
selama 50 tahun terakhir.
“Perjanjian Kyoto Plus harus memasukan indikator
untuk mengurangi emisi dari pembukaan hutan,” ujar Hans Verolme,
Direktur WWF untuk Program Perubahan Iklim Global. “Kegagalan melindungi
hutan Amazon akan menjadi bencana bagi jutaan orang yang tinggal di
kawasan Amazon, dan juga stabilitas iklim global.”
“Kesuksesan dalam pengurangan emisi dari deforestasi
di Brazil nantinya dapat dijadikan pembelajaran yang berharga di negara
hutan tropis lainnya seperti Indonesia. Selain itu, dimungkinkan
terbukanya kerjasama Selatan-Selatan antara Brazil dan Indonesia dalam
upaya pengurangan emisi dari deforestasi,” ujar Iwan Wibisono,
Koordinator Hutan-Iklim, WWF-Indonesia.
0 Komentar:
Posting Komentar
jangan lupa komen ya....
karana komen sangat berguna untuk kemajuan blog kami...
Atsa perhatiannya Terimakasih....