-->
Selamat datang di Asli Ramah Lingkungan
Ke laman awal
Ke laman awal
Club Cooee

Jumat, 11 November 2011

Singapore Airlines Adopsi Teknologi Ramah Lingkungan

SINGAPORE Airlines berupaya mewujudkan langit yang lebih lebih bersih dengan bergabung ke SAFUG. Mereka juga menerapkan teknologi ramah lingkungan dalam armada terbarunya.

Singapore Airlines




Berdiri sejak 2008, Grup Pengguna Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel Users Group/SAFUG) merupakan kelompok kerja yang bertujuan mempercepat pengembangan dan komersialisasi bahan bakar daur ulang dengan tingkat karbon lebih rendah. Bahan bakar ini biasanya dihasilkan dari sumber-sumber yang secara lingkungan dan sosial dapat berkelanjutan.

“Kami bangga menjadi anggota terbaru dari SAFUG. Hal ini sesuai dengan komitmen jangka panjang kami untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sambil meningkatkan efisiensi kegiatan operasional,” kata Ng Chin Hwee, Executive President Human Resources and Operations Singapore Airlines, seperti rilis yang diterima okezone, Rabu (14/9 /2011).

Butuh waktu lama untuk melakukan riset dan mengembangkan bahan bakar alternatif yang memenuhi persyaratan keselamatan dan pada saat bersamaan juga layak secara komersial. Inilah yang mendasari Singapore Airlines tergabung dengan SAFUG.

Ia menambahkan, Singapore Airlines mengoperasikan armada pesawat berusia muda, modern, serta hemat bahan bakar. Usia rata-rata armada pesawat penumpang Singapore Airlines sampai dengan 1 September 2011 adalah 6 tahun, 4 bulan.

"Kami selalu menjadi pengadopsi teknologi lebih awal, contohnya menjadi maskapai penerbangan pertama yang mengoperasikan pesawat Airbus A380 yang hemat berbahan bakar serta melakukan pemesanan untuk pesawat generasi terbaru Airbus A350 dan Boeing 787," imbuhnya.

Ia menjelaskan, beberapa inisiatif ramah lingkungan dari Singapore Airlines, di antaranya menjalankan program-program pemeliharaan baik bodi pesawat maupun mesin pesawat guna memastikan efisiensi operasi serta efisiensi bahan bakar, prosedur perencanaan rute untuk memastikan semua pesawat menggunakan rute-rute paling efisien dalam hal penggunaan bahan bakar apabila memungkinkan, dan penerbangan hijau reguler (regular green flights) di seluruh Asia dan Pasifik beroperasi di bawah program Asia and Pacific Initiative to Reduce Emissions (ASPIRE).

Tak lupa, peningkatan prosedur operasi penerbangan yang meminimalisasi penggunaan bahan bakar tanpa mengorbankan keselamatan, sebagai contoh adalah kedatangan yang disesuaikan (tailored arrivals) dan sistem pendaratan berkesinambungan (continuous descent operations), dan menjalankan inisiatif-inisiatif penghematan berat barang yang dibawa seperti penggunaan barang-barang yang lebih ringan untuk alat-alat dapur pesawat, kontainer kargo, serta modifikasi pesawat lainnya. (Sumber:www.Okezone.com)

0 Komentar:

Posting Komentar

jangan lupa komen ya....
karana komen sangat berguna untuk kemajuan blog kami...
Atsa perhatiannya Terimakasih....